Matahari
Ia menghangatkan aku dengan sinarnya.
Yg memberikan nyaman dengan hadirnya.
Dan memberikan rasa didalam relung hati yang aku sendiri sulit untuk mengerti.
Aku masih ingat warna itu.
Hitam, Putih, Abu-abu, dan Merah.
Dan aku masih ingat sifat pemalunya itu.
Yang selalu bersembunyi dibalik tingginya sosoknya itu, yang sesekali menampakkan wajahnya yg malu-malu namun penuh rasa ingin tahu.
Tapi kini ia bersembunyi dibalik putihnya awan dan tak pernah kulihat lagi.
Aku rindu pada matahari yg pernah kujumpai pada pagi-pagi yang lalu
dan rasa itu masih ada hingga kini.
Jangan tanya aku kenapa? karna aku juga tak tau dengan hatiku.
Tapi yang pasti jika aku ditanya apa yang sedang kulakukan?
maka ku akan menjawab “aku masih mencari dan menunggu matahari itu hingga ia datang kepadaku”.
21 April 2009
Rindu
bagaimana jika kubilang kurindu kamu?
apa kamu akan rindu aku?
aku belum yakin tentang hatiku
aku belum tau apa ini cinta?
yang aku tau, aku ingin bertemu
cuma itu...
titik.
ku takut bilang jika itu mengganggumu
ku takut bilang jika itu ternyata asa ku
ku takut bilang jika rindu itu hanya milikku seorang
aku rindu kamu.
apa kamu akan rindu aku?
aku belum yakin tentang hatiku
aku belum tau apa ini cinta?
yang aku tau, aku ingin bertemu
cuma itu...
titik.
ku takut bilang jika itu mengganggumu
ku takut bilang jika itu ternyata asa ku
ku takut bilang jika rindu itu hanya milikku seorang
aku rindu kamu.
08 April 2009
dah lama ternyata
wah sudah lama ternyata ga ngisi webblog ku ini.
dah 4 bulan lebih....ga kerasa jg ya?
maaf ya blog, bukannya maksud hati menelantarkanmu
tapi selama empat bulan ini memang disibukkan dengan pekerjaan, tugas kuliah, paper, dll.
selama empat bulan ini, aku juga punya pengalaman yang sangat menarik
mungkin nanti jika sempat, akan aku isi lagi dengan kata-kata.
dah 4 bulan lebih....ga kerasa jg ya?
maaf ya blog, bukannya maksud hati menelantarkanmu
tapi selama empat bulan ini memang disibukkan dengan pekerjaan, tugas kuliah, paper, dll.
selama empat bulan ini, aku juga punya pengalaman yang sangat menarik
mungkin nanti jika sempat, akan aku isi lagi dengan kata-kata.
30 December 2008
Hujan
rintik hujan basahi aku
temani sepi yang mengendap
kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu
segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap takkan berubah
aku bisa tersenyum saat hujan turun
karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri
semua cerita tersimpan dihatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita yang mengalir seperti air
aku selalu bahagia saat hujan turun
karena hujan pernah menahanmu disini untukku
by: UTOPIA
temani sepi yang mengendap
kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu
segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap takkan berubah
aku bisa tersenyum saat hujan turun
karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri
semua cerita tersimpan dihatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita yang mengalir seperti air
aku selalu bahagia saat hujan turun
karena hujan pernah menahanmu disini untukku
by: UTOPIA
karena hati tak pernah memilih?
apakah benar hati tak pernah memilih?
pertanyaan itu kemarin tiba-tiba terlintas dibenak saya.
apa seperti kita yang menyukai sesuatu?
seperti saya yang menyukai lagu-lagu jepang.
meski disindir oleh beberapa rekan
tapi saya tetap menyukai lagu jepang.
saat ditanya kenapa?
saya tidak pernah tau kenapa suka.
suka ya suka aja.
tidak perlu ada alasannya kenapa suka
tidak perlu ada alasannya mengapa atau bagaimana
dan tidak perlu dideskripsikan dengan kata-kata.
apa seperti itu juga jika kita mencintai seseorang?
tidak perlu tau alasannya apa
atau mengapa kita mencintai orang tersebut.
tapi yang jelas kita tau hati ini untuknya.
sehingga tidak perlu tau alasannya.
mungkin karena hati tak pernah memilih.
pertanyaan itu kemarin tiba-tiba terlintas dibenak saya.
apa seperti kita yang menyukai sesuatu?
seperti saya yang menyukai lagu-lagu jepang.
meski disindir oleh beberapa rekan
tapi saya tetap menyukai lagu jepang.
saat ditanya kenapa?
saya tidak pernah tau kenapa suka.
suka ya suka aja.
tidak perlu ada alasannya kenapa suka
tidak perlu ada alasannya mengapa atau bagaimana
dan tidak perlu dideskripsikan dengan kata-kata.
apa seperti itu juga jika kita mencintai seseorang?
tidak perlu tau alasannya apa
atau mengapa kita mencintai orang tersebut.
tapi yang jelas kita tau hati ini untuknya.
sehingga tidak perlu tau alasannya.
mungkin karena hati tak pernah memilih.
17 November 2008
Ternyata rasa itu....(*ahhhh....)
Ahhh....sesuatu itu....
Rasa itu semakin ada....
Semakin besar, semakin indah, tapi juga semakin menyiksa.
Aku benci bila ini terjadi.
Benci bila aku jatuh cinta, apalagi jatuh cinta kepada dia.
Karna aku tau aku tak mungkin terpilih.
Karna aku tau bukan aku wanita yang ada dihatinya.
Ia sosok yang istimewa.
Ia sosok yang kini mengisi hatiku dan hariku.
Diantara kabut kaki langit dan hamparan edelweis aku liat Ia bercahaya.
Memeluk pikiran dan hatiku dengan bayangnya.
Ia seperti angin, yang kadang menyapaku dengan lembut,
dan kadang hanya lewat melaluiku begitu saja.
Ahhh...lagi-lagi aku benci bila ini terjadi.
Benci bila harus hati ini tersakiti lagi dan lagi.
Benci bila harus aku pendam sendiri rasa ini.
Benci bila ia tidak bisa aku miliki.
Benci bila aku pedih dan sedih sendiri.
Rasa itu semakin ada....
Semakin besar, semakin indah, tapi juga semakin menyiksa.
Aku benci bila ini terjadi.
Benci bila aku jatuh cinta, apalagi jatuh cinta kepada dia.
Karna aku tau aku tak mungkin terpilih.
Karna aku tau bukan aku wanita yang ada dihatinya.
Ia sosok yang istimewa.
Ia sosok yang kini mengisi hatiku dan hariku.
Diantara kabut kaki langit dan hamparan edelweis aku liat Ia bercahaya.
Memeluk pikiran dan hatiku dengan bayangnya.
Ia seperti angin, yang kadang menyapaku dengan lembut,
dan kadang hanya lewat melaluiku begitu saja.
Ahhh...lagi-lagi aku benci bila ini terjadi.
Benci bila harus hati ini tersakiti lagi dan lagi.
Benci bila harus aku pendam sendiri rasa ini.
Benci bila ia tidak bisa aku miliki.
Benci bila aku pedih dan sedih sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)